Dua Petugas Damkar Poso Sempat Pingsan Terjebak Asap Karhutla

Petugas gabungan memadamkan karhutla di Desa Pasir Putih, Pamona Selatan, Poso
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang melanda Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Foto: detik.com

RadarLuwu.com, Poso – Insiden kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berbuntut pada memburuknya kondisi sejumlah personel pemadam kebakaran. Dua petugas damkar dilaporkan sempat pingsan setelah terperangkap asap tebal saat menjalankan proses pemadaman. Keduanya kemudian dilarikan ke puskesmas guna menjalani perawatan medis.

Kasi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian, membenarkan adanya dua personel damkar yang tumbang dalam kejadian tersebut. Selain kedua orang itu, sejumlah anggota lain turut mengalami sesak napas akibat menghirup asap pekat. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada korban yang masih dirawat intensif di rumah sakit. Menurutnya, seluruh petugas yang terdampak gangguan pernapasan sudah berangsur pulih.

Rianto menjelaskan bahwa ada anggota yang benar-benar terjebak di antara gumpalan asap, sementara sebagian lain turut terpapar imbasnya. Namun, kondisi mereka dipastikan telah aman dan tidak memerlukan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan. Informasi tersebut disampaikannya kepada awak media pada Senin, 14 September 2026.

Peristiwa karhutla sendiri bermula pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 16.00 Wita. Kobaran api berlangsung hingga keesokan harinya, Minggu, 13 September 2026. Kondisi lahan gambut yang kering ditambah embusan angin kencang membuat api menyebar dengan cepat ke berbagai arah. Akibatnya, si jago merah tidak hanya membakar lahan, tetapi juga merembet hingga ke bangunan sekolah.

Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat BPBD Poso, luas area yang terdampak mencapai sekitar 20 hektare lahan perkebunan dan 30 hektare lahan gambut. Sembilan ruang kelas di SMA Negeri 1 Pamona Selatan turut dilalap api. Penata Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Poso, Sofyan Hasani Jafung, mengungkapkan bahwa penyebaran api sangat sulit dibendung karena dipicu tiupan angin yang kencang sejak awal kejadian.

Hingga kini, status penanganan karhutla dilaporkan sudah memasuki tahap pendinginan. Rianto menyebut situasi api sudah dapat dikendalikan, meskipun masih terdapat sejumlah titik api yang tersisa. Petugas masih bersiaga di lapangan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Upaya pemadaman dan pemantauan terus dilakukan demi mencegah perluasan dampak lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *