PALOPO — Perwakilan organisasi Mapala dan KPA/OPA serumpun di Luwu Raya menggelar briefing awal di Kota Palopo, Sabtu (25/10/2025), sebagai tindak lanjut Tudang Sipulung I pada 2019. Forum menyepakati Tudang Sipulung II digelar awal 2027 dengan pelaksana gabungan yang dipelopori Mapala Universitas Muhammadiyah Palopo.
Hadir dalam pertemuan itu perwakilan Mapala 45 Makassar, Mapala UM Palopo, OPA Kirana Swg, Akar Indonesia, KPA Sakral, Mapala IAIN Palopo, serta sejumlah organisasi lain yang tergabung dalam gerakan pecinta alam Luwu Raya.
Tudang Sipulung I sendiri digelar pada 2019 silam, bertepatan dengan Milad III Dekade Mapala 45 Makassar. Pada forum pertama itu disepakati bahwa Tudang Sipulung selanjutnya dilaksanakan di Kota Palopo, sehingga pertemuan kali ini menjadi penuntasan amanah tersebut.
Dalam briefing awal itu forum menyepakati empat hal. Tudang Sipulung II digelar pada awal 2027, seruan Tudang Sipulung terus berlanjut secara bergenerasi, pelaksana kegiatan adalah gabungan seluruh organisasi yang terlibat dengan MPA UM Palopo sebagai pelopor, sementara pembentukan panitia pelaksana dan teknis masih menunggu kesiapan pengurus MPA UM Palopo.
Lebih dari ajang silaturahmi dan reuni, Tudang Sipulung II ditegaskan sebagai panggilan kesetaraan untuk merespons krisis lingkungan di Sulawesi Selatan. Forum menyoroti eksploitasi tambang di wilayah hulu, pembukaan lahan perkebunan yang merambah hutan lindung, darurat kebakaran hutan dan lahan, hingga alih fungsi lahan yang dinilai merampas hak hidup masyarakat.
“Sebagai pengemban Kode Etik Pecinta Alam, kita harus bergerak secara kolektif, terstruktur dan massif. Tudang Sipulung II akan jadi pemantiknya,” tegas perwakilan forum.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama menyukseskan agenda tersebut, dengan semangat Duduk Sama Rata, Berdiri Sama Tinggi.
Sumber: Forum Mapala dan KPA/OPA Luwu Raya — Redaksi RadarLuwu

