RadarLuwu.com, Kendari – Universitas Halu Oleo (UHO) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Catur Chess Open UHO Cup 2026 di Auditorium Mokodompit. Kegiatan yang berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-45 kampus tersebut. Ajang bertaraf nasional ini diikuti sebanyak 340 peserta yang terbagi dalam dua kategori, yakni 218 orang pada kategori umum serta 122 orang pada kategori pelajar, mahasiswa, dan putri.
Peserta kejuaraan datang dari sejumlah daerah. Selain kalangan pelajar dan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, hadir pula perwakilan dari Universitas Brawijaya dan Universitas Hasanuddin. Beberapa peserta dari luar daerah sempat mengalami kendala berupa pembatalan penerbangan. Meski demikian, panitia tetap mengupayakan mereka bisa turun bertanding mulai babak kedua atau keempat.
Ketua Panitia, Dr. Aceng Haetami, M.Si., menyampaikan laporan mengenai penyelenggaraan kegiatan itu. Sistem pertandingan memakai sembilan babak dengan durasi 30 menit per pemain ditambah tambahan waktu 30 detik setiap langkah. Panitia menerapkan aturan ketat, seperti kewajiban berpakaian rapi, larangan merokok di ruang pertandingan, serta keharusan memainkan langkah yang sudah disentuh. Pemenang ditentukan berdasarkan akumulasi poin secara keseluruhan.
Pembukaan acara dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) yang juga Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling. Turut hadir Pelaksana Tugas Rektor UHO, Prof. Dr. S.T., M.Eng. Khairul Munadi didampingi oleh para pemimpin universitas serta anggota kepanitiaan. Hugua memberikan apresiasi kepada UHO karena telah menyelenggarakan kejuaraan nasional tersebut.
Hugua menilai catur bukan hanya permainan logika. Menurutnya, olahraga ini menjadi sarana pembentukan karakter yang menyentuh kesadaran, ketenangan jiwa, strategi, hingga kemampuan mengambil keputusan. Ia menjelaskan bahwa bermain catur merangsang neuron dan jaringan otak, mendorong kerja biokimia serta enzim, sehingga turut berperan dalam proses metabolisme. Nilai sosial pun ditekankan, seperti sportivitas, kejujuran, keadilan, dan kebersamaan. Meski saling berhadapan di papan catur, silaturahmi tetap terjalin setelah pertandingan usai. Hugua berharap ajang ini melahirkan atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.
Prof. Menurut Khairul Munadi, peringatan ulang tahun ke-45 kampus tersebut disusun untuk menjangkau semua dimensi kemanusiaan, dari kesehatan jasmani, keindahan seni, sampai kecakapan intelektual. Cabang catur dipilih guna melengkapi pengembangan aspek kognitif. Ia menggambarkan papan catur sebagai gimnasium bagi pikiran. Jika olahraga fisik memperkuat otot, maka papan catur menjadi tempat melatih dan mengembangkan kemampuan otak.
Dalam kegiatan itu juga digelar talkshow bertema catur dan sistem kerja kognitif. Materi tersebut dibawakan oleh Dr. Nani Resita Siregar, S.Psi., M.Si. Tujuannya memberi dasar ilmiah mengenai manfaat bermain catur bagi perkembangan otak. Prof. Khairul menginginkan agar nantinya didirikan sebuah akademi catur yang berlandaskan ilmu pengetahuan supaya sejak usia muda anak-anak terlatih mengasah daya pikir secara rutin.
Kejuaraan ini pula menjadi persiapan bagi atlet Pengprov Sultra menghadapi Kejurnas di Banten pada 3 Oktober mendatang. Kegiatan diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga catur berbasis pendidikan dan penelitian. Dari sana diharapkan lahir bibit unggul yang membuat nama Sulawesi Tenggara semakin dikenal di tingkat nasional.
Sumber: kendarinews.com




