Bupati Lutim Irwan Akhiri Perselisihan Warga Wotu dalam Pelukan Damai

Penandatanganan kesepakatan damai warga Dusun Kau dan Dusun Saluboro di Polres Luwu Timur
Penandatanganan kesepakatan damai antara perwakilan warga Dusun Kau Desa Lampenal dan Dusun Saluboro Desa Bawalipu di Polres Luwu Timur, Kamis 29 Oktober 2026. Foto: Dok. RadarLuwu

MALILI — Kisah pilu dan perselisihan panjang yang membelah warga Dusun Kau Desa Lampenal dan Dusun Saluboro Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur akhirnya berakhir damai. Perdamaian itu lahir di tangan dingin Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Berkat tangan dingin Bupati Irwan, semua unsur yang terlibat dalam perdamaian — mulai dari Kapolres, Forkopimda, camat, Babinsa Wotu, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga seluruh perwakilan keluarga yang bertikai — berhasil dipertemukan dalam satu titik temu demi mengakhiri perselisihan. Kesepakatan damai ditandatangani kedua belah pihak dan disaksikan langsung aparat kepolisian, Kamis 29 Oktober 2026.

Dalam arahannya yang menyejukkan, Bupati Irwan meminta semua pihak untuk tidak lagi menengok ke belakang. “Saat ini saya tidak lagi melihat ke belakang seperti apa prosesnya yang sudah berlangsung, seperti apa masalahnya, karena kalau kita kembali ke belakang pasti tidak ada titik temu,” kata Irwan Bachri Syam.

Bupati yang dikenal cinta damai di tengah masyarakat yang dicintainya itu berharap seluruh pihak dapat menerima kesepakatan yang telah dibangun dan menjadikan perdamaian sebagai komitmen bersama. “Apa yang disampaikan Pak Kapolres saya berharap menjadi modal kita untuk kembali ke tempat masing-masing untuk menyampaikan ke keluarga kita semua. Jika proses yang kita anggap tidak berjalan ternyata berjalan, ini bisa keluarga tahu,” tuturnya.

Menurutnya, tokoh-tokoh yang hadir memiliki peran penting untuk menjadi penyejuk bagi keluarga masing-masing agar tidak muncul lagi kesalahpahaman.

Momen haru tak terelakkan saat pertemuan ditutup dengan penandatanganan kesepakatan damai oleh kedua belah pihak. Seorang ibu tak kuasa menahan tangis pilunya meski berat menerima kenyataan setelah sekian lama hidup dalam bayang-bayang konflik, dan berharap perselisihan itu tidak lagi terulang.

Bacaan Lainnya
Suasana haru seusai penandatanganan kesepakatan damai di Polres Luwu Timur
Suasana haru seusai penandatanganan kesepakatan damai, Kamis 29 Oktober 2026. Foto: Dok. RadarLuwu

Melihat itu, Bupati Irwan Bachri Syam langsung menghampiri, menyalami satu per satu warga yang hadir, bahkan memeluk erat seorang ibu warga Wotu tersebut. Dalam pelukan seorang pemimpin itulah, kisah pilu dan perselisihan yang panjang di Wotu berakhir damai.

Pelukan itu menjadi simbol kebersamaan setelah perselisihan, simbol bahwa pemimpin hadir bukan hanya sebagai penguasa, tapi sebagai bapak bagi rakyatnya.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi titik akhir perselisihan antara warga Dusun Kau dan Dusun Saluboro, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Wotu tetap kondusif.

(Redaksi RadarLuwu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *