Dwi Bagus Buat Tungku 2 Meter Usai Bunuh Dini dan Anak, Berdalih untuk Bakar Sampah

Dwi Bagus Buat Tungku 2 Meter Usai Bunuh Dini dan Anak, Berdalih untuk Bakar Sampah
Tungku yang diduga digunakan Dwi Bagus untuk bakar Dini dan anaknya di Madiun. Foto: Sugeng Harianto/detikJatim

RadarLuwu.com, Madiun – Tungku setinggi dua meter dari bata ringan atau herbel di belakang rumah Dwi Bagus Martono ternyata tidak berdiri sebelum peristiwa berdarah itu terjadi. Bangunan itulah yang dipakai menghanguskan jenazah Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), yang dibunuh pria tersebut di Kota Madiun.

Kepada penyidik, Bagus mengaku baru membangun tungku usai membakar jasad kedua korban. Alasannya, kata dia, tungku itu untuk membakar sampah. “Jadi tungku dibuat setelah insiden pembunuhan,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, Jumat (30/10/2026).

Pengungkapan itu bersandar pada rangkaian rekonstruksi yang digelar kepolisian. Bagus memperagakan 38 adegan pembunuhan terhadap ibu dan anak tersebut, mulai dari pertemuannya dengan resepsionis Hotel Mataram Baru, komunikasi dengan korban di dalam kamar, hingga cekcok yang berakhir dengan tewasnya Dini. Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Jumhur selaku Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Jejak pembakaran terlihat jelas di sekitar tungku. Letaknya di ujung selatan pekarangan belakang rumah Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, area yang dipenuhi tanaman bakal bonsai. Bangunan itu berdiri sangat dekat dengan rumah tetangga, tetapi jauh dari rumah utama istri sah pelaku.

Asap sisa pembakaran masih membekas di tembok rumah tetangga. Daun pisang milik tetangga yang tumbuh persis di samping tungku pun ikut terbakar dan mengering.

Peristiwa ini bermula dari hilangnya Dini dan Arshaka yang dilaporkan sejak 20 September 2026. Penyidik mencium kejanggalan dalam laporan tersebut, lalu menangkap Bagus di wilayah Jombang, Jawa Timur, pada 25 Oktober 2026 malam. Dari pemeriksaan itulah rangkaian pembunuhan, pembakaran, hingga pembuatan tungku itu terungkap.

Sumber: detikJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *