LAZ Hadji Kalla Latih Warga Parigi Moutong Olah Lidi hingga Kakao

LAZ Hadji Kalla Latih Warga Parigi Moutong Olah Lidi hingga Kakao
LAZ Hadji Kalla dorong petani Parigi Moutong lakukan diversifikasi usaha lewat program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) demi hadapi krisis El Nino. Foto: rakyatku.com

RadarLuwu.com, Parigi Moutong – Tekanan krisis akibat El Nino yang memicu kemarau panjang dan penurunan drastis debit air membuat petani di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, harus mencari jalan keluar. Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla pun mengambil langkah adaptasi melalui program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) yang telah berjalan dua tahun terakhir.

Program ini menyasar tiga desa, yaitu Desa Ta’aniuge di Kecamatan Tomini, serta Desa Baina’a Barat dan Desa Ambason Mekar di Kecamatan Tinombo. Warga diarahkan agar tidak lagi menggantungkan hidup sepenuhnya pada satu komoditas hulu yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Program Manager Bidang Community and Development Care LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin, menegaskan bahwa perubahan iklim memaksa masyarakat mencari sumber penghasilan alternatif yang lebih adaptif. Ia menjelaskan bahwa kelompok masyarakat yang fokus pada satu komoditas pertanian menghadapi tantangan berat saat kemarau panjang akibat El Nino melanda. Karena itu, pihaknya mendorong warga mengembangkan potensi lain supaya sumber pendapatan keluarga tidak hanya bergantung di sisi hulu.

Erny baru-baru ini meninjau sejumlah titik demplot petani di desa binaan tersebut. Lewat inisiatif DBS, masyarakat tani beserta penduduk mendapat pembekalan untuk mengembangkan tanaman pengganti yang lebih kuat menghadapi perubahan iklim tak menentu, misalnya mentimun, kacang panjang, serta kakao. Selain itu, mereka dibekali keterampilan merintis usaha kreatif rumahan, mulai dari pengolahan daun kelapa menjadi sapu lidi dan piring lidi hingga pembuatan suvenir kerajinan tangan berupa celengan karakter.

Langkah diversifikasi ini dipandang sebagai cara konkret agar warga tetap produktif sekaligus memiliki sumber penghasilan yang tidak bertumpu pada satu sektor saja. Pemerintah setempat menyambut baik kehadiran program pemberdayaan tersebut.

Abdul Aziz E. menjabat sebagai Kepala Desa Ambason Mekar. Hamu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada LAZ Hadji Kalla atas pendampingan intensif selama dua tahun belakangan. Menurutnya, warga tidak hanya memperoleh peningkatan keterampilan, tetapi juga merasakan perbaikan ekonomi secara nyata. Ia berharap semakin banyak desa yang mendapat pendampingan serupa dan warga mampu melanjutkan program ini secara mandiri meski masa pendampingan telah berakhir.

Bacaan Lainnya

Pendekatan program DBS memang dirancang tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Masyarakat dibekali kemandirian ekonomi jangka panjang agar kelompok tani dan warga lokal lebih siap menghadapi ketidakpastian lingkungan di masa depan.

Sumber: rakyatku.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *