RADARLUWU.COM, MAKASSAR — Maxim Indonesia akhirnya buka suara soal tuntutan puluhan driver yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Selatan, Makassar. Perusahaan menegaskan program prioritas yang dipersoalkan pengemudi bersifat opsional, sekaligus memastikan komisi aplikasi berada di rentang 0 sampai 8 persen sejak 1 Juli 2026.
Lewat pernyataan resmi yang diterima RadarLuwu.com melalui surat elektronik, Jumat (23/10/2026), manajemen Maxim menjelaskan program yang kini berjalan merupakan pembaruan dari program Turbo menjadi program Fokus. Program itu disebut lebih fleksibel karena mitra pengemudi dapat memilih paket berdurasi 3, 5, 7, atau 9 jam sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing.
Dengan paket tersebut, mitra pengemudi berpeluang menerima lebih banyak order serta menikmati tarif komisi sebesar 3 persen untuk layanan Delivery, Food&Shop, Maxim Food, Bike Delivery, dan Delivery Hospital. Maxim menekankan keikutsertaan pada program ini bersifat sukarela alias tidak diwajibkan.
Baca juga: Driver Maxim Geruduk DPRD Sulsel: Jaket Rp400 Ribu hingga Shift Berbayar Dinilai Mencekik
Bagi mitra yang memilih tidak mengikuti program Fokus, Maxim memastikan mereka tetap dapat menerima dan menyelesaikan order seperti biasa. Perusahaan juga menyatakan seluruh hak dan fasilitas yang melekat pada status prioritas mitra pengemudi tetap berlaku meski ada pembaruan program.
Soal potongan, Maxim menyebut komisi aplikasi telah diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku dengan besaran pada rentang 0 sampai 8 persen sejak 1 Juli 2026. Adapun biaya platform diperhitungkan berdasarkan tarif dasar, dibayar oleh pengguna dan tidak dibebankan kepada mitra pengemudi.
Biaya platform itu, menurut Maxim, digunakan untuk mendukung operasional, pemeliharaan layanan, serta pengembangan teknologi dan berbagai fitur di dalam aplikasi. Perusahaan menambahkan pengemudi yang aktif menerima dan menyelesaikan pesanan dapat memperoleh penghasilan di atas rata-rata, sambil memastikan tarif perjalanan tetap terjangkau bagi pelanggan.
Maxim juga menyinggung soal pendaftaran mitra baru yang tetap dibuka bagi masyarakat. Perusahaan menyatakan secara berkala mengevaluasi kebutuhan mitra pengemudi di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan layanan, sehingga penambahan mitra menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pengemudi dan kebutuhan pengguna.
Terkait aksi demonstrasi, Maxim menegaskan tidak membenarkan tindakan penyegelan kantor operasional yang dilakukan secara sepihak. Kantor operasional disebut berfungsi sebagai pusat layanan, pelatihan, dan sarana komunikasi bagi mitra maupun pelanggan, sehingga setiap tindakan penertiban seharusnya dilakukan melalui dialog serta sesuai prosedur dan kewenangan yang berlaku.
Perusahaan menyatakan akan menindaklanjuti segala tindakan yang melanggar hukum, termasuk pengrusakan fasilitas, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Maxim juga mengimbau seluruh pihak menyampaikan aspirasi melalui dialog konstruktif dengan tetap menjaga ketertiban umum, dan meminta pengemudi tidak mudah terprovokasi.
Maxim memastikan layanan tetap beroperasi secara normal dan masyarakat masih dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi. Seluruh masukan, kritik, dan saran dari mitra pengemudi, menurut perusahaan, akan dicermati dan diproses sesuai prosedur yang berlaku.
Catatan redaksi: surat elektronik berisi Pernyataan Resmi Maxim Indonesia ini masuk ke email RadarLuwu.com pada Jumat (23/10/2026) dan baru dibuka pada Minggu (8/11/2026).


