Jenderal M Jusuf Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Prabowo Serahkan di Istana 10 November

Jenderal TNI M Jusuf saat mengunjungi keluarga prajuritnya di daerah
Jenderal TNI M Jusuf saat mengunjungi keluarga prajuritnya di daerah. Foto: Dok. Istimewa

RadarLuwu.com, Makassar – Gelar Pahlawan Nasional untuk Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf akan diserahkan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/11/2026). Upacara itu menjadi penutup penantian panjang atas pengakuan negara terhadap salah satu putra terbaik Sulawesi Selatan tersebut.

Kepastian jadwal itu diketahui dari surat Kementerian Sosial Nomor 1931/5.5/PB.06.00/11/2026 tertanggal 6 November 2026. Surat yang dikirim Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial kepada Kepala Dinas Sosial Sulsel itu merujuk surat Sekretaris Militer Presiden di Kementerian Sekretariat Negara tertanggal 5 November 2026.

Kepala Dinas Sosial Sulsel Malik Faisal membenarkan isi surat tersebut. Dalam petikannya tertulis bahwa Presiden akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf. Presiden sendiri bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan jam mulainya prosesi belum dipastikan.

Dinas Sosial Sulsel juga diminta mendata seorang ahli waris dan seorang pendamping yang akan menghadiri prosesi itu. Keduanya dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu (8/11/2026) untuk mengikuti persiapan. Surat itu diteken secara elektronik oleh Salahuddin, Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial, dan ditembuskan ke Dirjen Pemberdayaan Sosial.

M. Jusuf lahir di Kajuara, Kabupaten Bone, pada 23 Juni 1928 dengan nama Andi Muhammad Jusuf Amir. Darah bangsawan Bugis tidak membuatnya berpangku tangan. Pada usia sekitar 17 tahun ia sudah bergabung dengan kelompok pemuda pejuang mempertahankan kemerdekaan, dan pernah dipercaya menjadi ajudan Kahar Muzakkar saat tokoh itu masih di barisan perjuangan Republik.

Karier militernya tumbuh di kawasan timur Indonesia. Pada 1959 ia dipercaya memimpin Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan dan Tenggara, masa ketika keamanan wilayah masih dibayangi gerakan DI/TII. Dari medan itu ia melangkah ke pemerintahan sebagai Menteri Perindustrian pada 1964 hingga 1978, lalu Menteri Pertahanan dan Keamanan merangkap Panglima ABRI pada 1978-1983.

Bacaan Lainnya

Setelah turun dari jabatan Pangab, M. Jusuf memimpin Badan Pemeriksa Keuangan selama dua periode, 1983-1993. Jejaknya di Sulsel masih berdiri hingga kini lewat Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makassar yang ia prakarsai. Ia tutup usia di kota itu, 8 September 2004, pada umur 76 tahun.

Usulan gelar itu berjalan panjang. M. Jusuf diusulkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan baru tahun ini pengusulan tersebut diterima Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Penyerahan pada 10 November bertepatan dengan Hari Pahlawan. Bagi warga Sulsel, momen itu menutup penantian atas seorang tokoh yang jejak pengabdiannya membentang dari medan gerilya di Bone hingga kursi Panglima ABRI.

Sumber: Journalist Independent — Redaksi RadarLuwu

Pos terkait