RadarLuwu.com, Luwu Timur – Pembangunan Islamic Center Malili sudah mencapai sekitar 60 persen. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam meninjau langsung lanjutan proyek itu, Senin (2/11/2026), dan menegaskan pembenahan atap sebagai pekerjaan paling mendesak tahun ini.
Peninjauan dilakukan bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Luwu Timur. Selain memastikan tahapan konstruksi berjalan sesuai rencana, kunjungan itu dipakai untuk melihat langsung bagian bangunan yang perlu segera dibenahi.
Menurut Irwan, persoalan utama yang harus dituntaskan tahun ini ada pada atap. Air hujan selama ini masuk ke selasar lantai dua dan dikhawatirkan memengaruhi bagian dalam bangunan. “Tahun ini yang paling utama dan mendesak adalah bagian atap. Sebelumnya, ketika hujan, air masuk ke selasar lantai dua dan berpengaruh terhadap bagian dalam bangunan. Karena itu, tahun ini dibenahi menggunakan atap membran untuk mengurangi masuknya air,” kata Irwan.
Hernawaty Taslim, pelaksana tugas di Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Luwu Timur, memaparkan progres keseluruhan proyek sudah berjalan sekitar 60 persen, termasuk pekerjaan lanskap. Tahun anggaran 2026 menyediakan pagu Rp15 miliar, dengan pekerjaan aula ditargetkan tuntas paling lambat 30 Desember 2026.
“Target pengerjaan tahun ini untuk aula sampai tanggal 30 Desember 2026. Arahan Bapak Bupati, jika memungkinkan, seluruh pembangunan Islamic Center sudah dapat dirampungkan pada tahun 2028,” ujar Hernawaty.
Dengan begitu, sisa waktu tahun ini dipakai untuk mengejar penyelesaian aula, sebelum seluruh kawasan Islamic Center dituntaskan dua tahun kemudian. Pemkab Luwu Timur berharap fasilitas itu tidak berhenti sebagai bangunan monumental, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat kegiatan keagamaan dan aktivitas sosial warga.
Sorotan publik terhadap proyek ini pernah muncul sebelumnya. Pada Maret 2026, aliansi mahasiswa dan pemuda Luwu Timur berdemonstrasi di Malili dan menuntut audit serta transparansi pembangunan Islamic Center.
Bagi warga, kehadiran Islamic Center Malili diharapkan menambah ruang publik yang representatif untuk kegiatan umat sekaligus menjadi ikon baru Kabupaten Luwu Timur di kawasan Malili.
Baca juga: Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lutim Demo, Yolan Soroti Audit Islamic Center
Sumber: Linisulsel







