Longboat Terombang-ambing di Perairan Bombana, Kakek dan Cucu Ditemukan Selamat

Longboat Terombang-ambing di Perairan Bombana, Kakek dan Cucu Ditemukan Selamat
Gambar, saat evakuasi berlangsung (foto: istimewa)

RadarLuwu.com, Bombana – Darmasin (63) dan cucunya, Dicky Saputra (6), akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Pulau Basa, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana. Keduanya merupakan warga Pulau Sagori, Desa Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat. Penemuan itu terjadi pada Senin (15/9/2026) dini hari, sekitar pukul 23.45 Wita pada Minggu (14/9/2026), di pesisir Pulau Basa yang berjarak sekitar 2,5 nautical mile atau setara 4,6 kilometer arah barat laut dari titik yang diduga menjadi lokasi kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima kabar keberadaan kedua korban pada Senin sekitar pukul 01.07 Wita. Informasi tersebut berasal dari Alif, seorang nelayan Bajo Boepinang Barat, yang melaporkan telah melihat Darmasin dan Dicky berada di pesisir Pulau Basa. Saat itu, keduanya diketahui masih berada di dalam longboat miliknya.

Menurut Amiruddin, Alif sempat menawarkan kepada kedua korban untuk ikut menuju daratan. Namun, Darmasin dan Dicky memilih bertahan di atas longboat mereka. Setelah laporan itu diterima, Tim SAR Gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk menjemput keduanya.

Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan membawa Darmasin dan Dicky menuju wilayah Poleang. Setibanya di Puskesmas Poleang sekitar pukul 01.00 Wita, keduanya langsung mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis lebih lanjut dari pihak kesehatan setempat.

Sebelum insiden pelaporan tersebut, dua orang yang menjadi korban diberitakan tak juga pulang usai berangkat mancing di hari Sabtu, 12 September 2026, kira-kira jam 13.00 Wita. Darmasin berangkat bersama anak dan cucunya dengan menggunakan dua longboat. Darmasin dan Dicky berada dalam satu perahu, sementara anaknya mengendarai longboat lainnya. Sang anak menjadi saksi terakhir keberadaan korban, yakni pada Sabtu sekitar pukul 17.00 Wita, saat jaraknya kurang lebih 2 NM dari Pulau Basa.

Keluarga mulai melakukan pencarian setelah Darmasin dan Dicky tak kunjung pulang hingga Minggu pagi. Biasanya, korban kembali dari melaut pada keesokan harinya. Upaya pencarian kemudian melibatkan gabungan kekuatan SAR, yakni Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang, Polair Bombana, Pos TNI AL Bombana, para nelayan, dan pihak keluarga korban.

Bacaan Lainnya

Dalam proses pencarian tersebut, tim mengerahkan sejumlah peralatan seperti Rescue Carrier, Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal nelayan, longboat, Aquaeye, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi. Dengan ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap longboat berpenumpang dua orang yang sempat dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Pulau Basa dinyatakan rampung dan resmi ditutup.

Seluruh personel SAR yang terlibat dalam operasi tersebut lantas dipulangkan ke kesatuan masing-masing.

Sumber: sultrakini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *