RadarLuwu.com, Palopo – Pemerintah Kota Palopo menyabet predikat Terbaik I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan pada Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi. Trofi dan sertifikat bantuan pemerintah senilai Rp2 miliar diterima langsung Wali Kota Palopo, Hj Naili Trisal, di Hotel Claro Makassar, Jumat malam (18/9/2026).
Penghargaan itu diserahkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Di kategori yang sama, Palopo menempatkan Kota Makassar di posisi Terbaik II dan Kota Parepare di Terbaik III.
Tim penilai independen Kemendagri menobatkan Palopo setelah menimbang sejumlah indikator, mulai dari pemerataan sebaran guru, ketersediaan sarana pendidikan, capaian literasi dan numerasi siswa, sampai partisipasi masyarakat dalam program pendidikan. Inovasi layanan pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia turut menjadi nilai tambah.
Naili menyebut hasil ini sebagai buah kerja kolektif seluruh elemen kota. “Apresiasi dari Kemendagri ini adalah bukti nyata kerja keras kolektif seluruh elemen di Palopo. Sejak awal, fokus kami adalah memastikan tidak ada anak di Palopo yang putus sekolah karena kendala akses maupun fasilitas,” katanya.
Capaian tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik Kota Palopo. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Palopo tercatat 81,74, posisi tertinggi kedua di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar.
Ke depan, Pemkot Palopo berencana memperkuat digitalisasi sekolah sekaligus menaikkan kompetensi guru, terutama di kawasan pesisir dan pinggiran kota, agar kualitas pendidikan lebih merata.
Djamari Chaniago berharap penghargaan ini memacu kepala daerah terus membenahi pelayanan dasar publik. Menurutnya, kepemimpinan yang solid menjadi kunci kesejahteraan warga.
Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi menilai kinerja pemerintah daerah pada empat sektor: akses layanan pendidikan, pengelolaan sampah dan lingkungan asri, akses serta kualitas layanan kesehatan, dan implementasi Program 3 Juta Rumah. Penilaian digelar bertahap di enam regional, yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Maluku-Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua.
Sumber: Koran Akselerasi

