RadarLuwu.com, Luwu Utara – Peringatan keras datang dari Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim saat melantik sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama, Sabtu (31/10/2026): tak ada lagi pejabat yang bisa bersembunyi di balik dalil kewenangan ketika warga membutuhkan layanan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah itu berlangsung di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Menurut Andi Rahim, jabatan yang diemban kesembilan orang tersebut bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang menuntut kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut harapan itu datang dari banyak lapisan warga, mulai petani, guru, nelayan, anak-anak yatim, sampai lebih dari 300 ribu penduduk Luwu Utara. Karena itu, pejabat diminta berhenti berkelit dengan alasan batas tugas.
“Saya tidak mau pejabat mengatakan ‘bukan kewenangan saya’. Tugas pejabat adalah mencari jalan, putar otak dan memastikan pemerintah hadir di masyarakat,” kata Andi Rahim.
Ia menegaskan setiap persoalan harus direspons lewat inisiatif, kreativitas, dan langkah nyata, bukan berhenti pada alasan keterbatasan wewenang.
Bupati juga melarang para pejabat berlama-lama menyesuaikan diri. Sebelum dilantik definitif, sembilan orang itu sudah menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas pada posisi yang kini mereka pegang.
“Semuanya sudah pernah menjadi Plt, jadi saya mau semuanya gaspol, bergerak cepat. Kita harus memberikan harapan baru kepada masyarakat,” ujarnya.
Soal dasar pengangkatan, Andi Rahim terbuka. Selain menilai kemampuan dan pengalaman, ia mengaku memasukkan pertimbangan sosial politik dalam penerbitan surat keputusan. “Sebagai bupati, dalam mengeluarkan SK ini saya penuh dengan pertimbangan,” katanya, seraya menyebut mereka yang dilantik adalah orang-orang yang tepat di posisinya.
Keterbatasan anggaran pun tak boleh menjadi pembenaran untuk memperlambat program. Ia menyarankan jajaran mencari peluang lewat kolaborasi, memperluas jejaring, dan membangun kerja sama agar kebutuhan warga tetap terlayani.
Sembilan pejabat yang dilantik: Jumal Jayair Lussa sebagai Sekretaris Daerah, Abd. Wahid sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Pasalongan sebagai Kepala Dinas Pertanian, dr. Haslinda sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Andi Eka Kresnawesi Mappiara sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Saleh sebagai Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Ahmad sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Maulidma Muhammad sebagai kepala dinas yang menangani penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu, serta Drs. Muhammad Kasrum sebagai asisten bidang perekonomian dan pembangunan di Setda.
Jumal sebelumnya mengisi kursi sekretaris daerah sebagai penjabat. Kini posisi tertinggi di lingkup aparatur sipil negara Pemkab Luwu Utara itu dipegangnya secara definitif.
Pelantikan ini diharapkan mempercepat program pembangunan dan memperbaiki mutu pelayanan publik. Bagi Bupati, kesembilan pejabat itu sudah mendapat kepercayaan dan kini harus membuktikan kapasitasnya melalui kinerja, bukan janji.
Sumber: Bukamatanews.id







