RadarLuwu.com, Poso – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Dongi Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dilanda longsor pada Jumat (11/9). Material tanah yang runtuh menimpa sejumlah penambang yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut.
Kepala Subseksi Operasi Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Rusmadi, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat informasi mengenai kejadian itu dan memastikan tidak ada korban meninggal dunia. Para penambang, kata dia, hanya mengalami luka akibat terkena imbas longsoran. Kendati demikian, ia mengaku belum dapat memastikan jumlah pasti penambang yang mengalami cedera.
Informasi awal mengenai peristiwa ini diketahui pihak SAR dari tayangan video yang beredar di media sosial. Setelah dilakukan penelusuran untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut, pihaknya memperoleh laporan bahwa tidak ada korban jiwa dan para korban luka sudah ditangani secara medis.
Karena para korban telah dievakuasi lebih dulu oleh warga setempat, Kansar Palu memutuskan untuk tidak mengirimkan personel guna melakukan operasi pencarian dan pertolongan di lokasi kejadian. Para penambang yang cedera langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, Kepala Desa Dongi Dongi, Kalvin Tolu, mengaku belum menerima laporan resmi soal peristiwa tersebut. Ia beralasan tidak berada di tempat saat kejadian karena tengah berada di Napu, Lore, untuk menghadiri acara Padungku atau pesta panen.
Hingga berita ini disusun sekitar pukul 12.00 Wita, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait longsor yang menimpa lokasi tambang emas tanpa izin di Poso tersebut.
Sumber: sulteng.antaranews.com

