RadarLuwu.com, Enrekang – Pasokan air bersih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, tersendat sejak sejumlah pekan terakhir. Dampaknya, keluarga pasien yang mendampingi perawatan harus mencari air sendiri, termasuk membeli air galon untuk keperluan mandi, mencuci, hingga buang air di toilet rumah sakit.
Salah seorang keluarga pasien berinisial AR mengaku toilet di RSUD Massenrempulu tidak mengalir sehingga aktivitas sehari-hari pasien dan pendamping menjadi sulit. “Kami sebagai keluarga pasien mengeluhkan kondisi di RSUD Massenrempulu yang sangat kesulitan air untuk dipakai di toilet yang tidak mengalir,” kata AR kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).
Menurut AR, satu-satunya jalan keluar adalah membeli galon dari luar lalu menentengnya masuk ke rumah sakit. Air itu dipakai untuk buang air kecil maupun keperluan lain di toilet. “Bayangkan untuk kencing saja kami keluarga pasien harus beli di luar dan menenteng masuk galon berisi air untuk dipakai kencing maupun kebutuhan lainnya di toilet,” paparnya.
Keluhan serupa disampaikan SA, keluarga pasien lain yang sudah sepekan mendampingi kerabatnya dirawat. Selama tujuh hari itu, ia mengaku hanya sekali mandi di rumah sakit. Selebihnya, ia menumpang mandi di rumah keluarga karena air tak tersedia.
“Ini jujur saya selama 7 hari di rumah sakit jaga pasien tetapi hanya 1 kali mandi di rumah sakit. Selebihnya di rumah keluarga karena efek tidak ada air,” keluhnya. SA meminta manajemen rumah sakit segera memikirkan solusi karena air merupakan kebutuhan dasar pasien maupun pendamping. “Ya tentunya harapan kami ada perbaikan dan solusi. Jangan dibiarkan pasien dan keluarga pasien kesulitan gegara tidak ada air begini,” imbuhnya.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Massenrempulu drg. Epa Sufiana membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kekeringan akibat musim kemarau membuat pasokan PDAM yang menjadi sumber air rumah sakit ikut terganggu. Menurut Epa, kesulitan air sudah ia rasakan sejak mulai bertugas pada 24 Agustus 2026, dan berdasarkan informasi yang diterimanya, persoalan itu juga muncul sebelum dirinya menjabat.
“Mulai saya bertugas 24 Agustus 2026 memang sudah kondisinya kesulitan air. Bahkan jujur menurut informasi sebelum saya masuk pun sudah kesulitan air,” ujar Epa.
Ia mengakui air merupakan kebutuhan vital dalam operasional rumah sakit, mulai dari Instalasi Gizi, sterilisasi alat di CSSD, pencucian linen kotor di laundry, hingga pelayanan pasien. “Suplai air tidak mampu mengcover semua kebutuhan air kami, termasuk di kamar pasien rawat inap,” ujarnya.
Di tengah kondisi itu, RSUD Massenrempulu menerima bantuan pasokan air pada Jumat (18/9). Bantuan dari PDAM dan Polsek Enrekang dialirkan langsung ke semua ruang rawat inap. “Alhamdulillah untuk hari ini bantuan dari PDAM dan Polsek Enrekang dan kedepan akan dilakukan penyesuaian agar pelayanan air di rumah sakit dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Sumber: detikSulsel

