Api Lahap 15 Hektare Kebun dan Dua Rumah di Poso, Pemadaman Masih Berlangsung

Api Lahap 15 Hektare Kebun dan Dua Rumah di Poso, Pemadaman Masih Berlangsung
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/9/2026). Foto: ANTARA/HO-BPBD Sulteng

RadarLuwu.com, Poso – Sebanyak 196 kejadian kebakaran hutan dan lahan tercatat terjadi di Sulawesi Tengah hingga pertengahan September 2026. Dari jumlah itu, total area yang terdampak mencapai 1.552 hektare. Angka tersebut menjadi gambaran betapa masifnya persoalan karhutla yang melanda wilayah ini, termasuk insiden terbaru di Kabupaten Poso.

Insiden teranyar terjadi di Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, pada Minggu. Sedikitnya 15 hektare lahan perkebunan dan dua unit rumah warga dilalap si jago merah. Peristiwa ini diduga bermula dari aktivitas pembakaran di kebun milik warga. Angin yang bertiup kencang membuat api bergerak cepat hingga akhirnya menyentuh kawasan permukiman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyampaikan bahwa titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 06.00 WITA. Namun laporan resmi baru masuk ke Pusat Pengendalian Operasi BPBD Sulteng pada pukul 15.10 WITA. Hingga Minggu sore, kobaran api belum bisa dipadamkan sepenuhnya dan masih mengancam kawasan di sekitarnya.

Asbudianto menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendata jumlah warga yang mengungsi akibat rumah mereka terkena dampak. Proses pendataan ini dilakukan seiring upaya pemadaman yang terus berjalan.

Untuk menangani kebakaran yang kian meluas, tim gabungan diterjunkan ke lokasi. Tim tersebut terdiri dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Poso, Dinas Pemadam Kebakaran, personel TNI dan Polri, serta warga setempat. Mereka bahu-membahu memadamkan titik-titik api yang masih aktif.

Menurut Asbudianto, tim gabungan masih berjibaku di lapangan untuk melakukan penanganan dan pemadaman. Pihaknya juga terus berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Poso guna melakukan asesmen terhadap dampak yang ditimbulkan.

Bacaan Lainnya

Hasil evaluasi awal di lapangan menunjukkan bahwa proses pemadaman membutuhkan sejumlah peralatan mendesak. Di antaranya armada mobil tangki air, mesin pemadam portabel, selang pemadam, tandon penampungan, serta pasokan tangki air tambahan. Perlengkapan itu dinilai penting untuk mempercepat upaya melokalisasi kobaran api.

Pusdalops BPBD Sulteng bersama BPBD Poso terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat di sekitar lokasi diimbau agar tetap waspada terhadap potensi penyebaran api yang dipicu angin kencang.

Kejadian di Poso ini menambah daftar panjang kasus kebakaran di Sulawesi Tengah selama musim kemarau. Data Pusdalops BPBD Sulteng memperlihatkan lonjakan signifikan pada Agustus lalu, dengan 120 kejadian tercatat dalam satu bulan. Sementara sepanjang periode hingga pertengahan September 2026, jumlah kejadian karhutla di provinsi ini mencapai 196 kasus dengan total lahan terbakar seluas 1.552 hektare.

Sumber: antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *