Kader Posyandu Donggala Dibekali Skrining Depresi dan Hipertensi

Kader Posyandu Donggala Dibekali Skrining Depresi dan Hipertensi
Tim Poltekkes Palu berfoto bersama usai pelatihan Deteksi Dini Depresi dan Hipertensi kepada kader Posyandu di Donggala, belum lama ini. Foto: Dok.Poltekkes Palu

RadarLuwu.com, Donggala – Sebanyak 17 kader Posyandu di Kelurahan Kabonga Kecil, Kabupaten Donggala, mengikuti pelatihan deteksi dini risiko depresi dan hipertensi. Kegiatan itu digelar tim dosen Poltekkes Kemenkes Palu sebagai bentuk pengabdian masyarakat, dengan fokus pada penguatan peran kader di tingkat akar rumput.

Pelatihan bertajuk peningkatan kapasitas kader dalam deteksi dini risiko depresi dan hipertensi melalui intervensi terpadu kesehatan jiwa dan jantung ini dipimpin Aminuddin, S.Kep.Ns., M.Kes. Menurut Aminuddin, kemampuan kader dalam mengenali tanda-tanda awal dua masalah kesehatan tersebut perlu terus diasah agar warga tidak terlambat mendapat penanganan.

Ia menjelaskan bahwa hipertensi dan depresi kerap muncul bersamaan di tengah masyarakat. Karena itu, pendekatan terpadu antara kesehatan jantung dan kesehatan jiwa dinilai lebih efektif ketimbang penanganan yang berjalan sendiri-sendiri. Deteksi dini di tingkat bawah menjadi kunci sebelum kondisi kesehatan warga memburuk.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber utama. Dr. Irsanty Collein memperdalam materi seputar penanganan hipertensi, sedangkan Eli Saripah memaparkan teknik mengintegrasikan deteksi dini risiko depresi. Para peserta tidak hanya menerima pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis untuk melakukan skrining secara akurat.

Peserta berasal dari wilayah kerja Puskesmas Gonenggati. Mereka dibekali cara mengenali gejala awal tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan mental, sekaligus memahami kapan warga perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan. Pelatihan ini diharapkan memperkuat garda terdepan layanan kesehatan di tingkat kelurahan.

Kolaborasi antara akademisi dan praktisi lapangan menjadi salah satu pendekatan yang terus digalakkan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Donggala. Kader Posyandu dinilai berperan strategis karena bersentuhan langsung dengan warga setiap hari.

Bacaan Lainnya

Dengan bekal pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menjadi penyaring awal di lingkungan masing-masing. Temuan awal dari skrining kader dapat menjadi rujukan bagi puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Sumber: sultengraya.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *