Enam Pelaku Penikaman Mahasiswa Pelayaran di Makassar Diamankan, Motif Ketersinggungan

Rekaman CCTV saat mahasiswa pelayaran ditikam hingga tewas di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Makassar
Rekaman CCTV saat mahasiswa pelayaran ditikam hingga tewas di Makassar. Foto: Dok. Istimewa

RadarLuwu.com, Makassar – Enam orang yang diduga terlibat pengeroyokan hingga tewasnya Sopyan (23), mahasiswa pelayaran asal Kabupaten Bone, di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Makassar, kini sudah diamankan polisi. Empat di antara mereka menyerahkan diri ke kepolisian di Kabupaten Takalar, menyusul dua orang yang lebih dulu ditangkap.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Dani Ardin, menyampaikan perkembangan itu kepada wartawan. “Alhamdulillah, dengan kerja keras tim yang di-backup oleh Jatanras Polrestabes Makassar dengan Resmob Polda Sulsel, keenam pelaku sudah kita amankan,” katanya, Kamis (29/10/2026). Menurut dia, seluruh orang yang diamankan kini berada di Mako Polsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan.

Peristiwa itu bermula Selasa (27/10/2026) dini hari. Korban bersama rekannya yang mengendarai mobil sempat berselisih dengan para pelaku di sebuah tempat hiburan malam di Jalan AP Pettarani. Sekitar pukul 06.00 Wita, ketika kendaraan mereka keluar menuju Jalan Boulevard, beberapa orang menghampiri dan mendorong korban sampai terjatuh.

Teman korban berupaya melerai, tetapi justru menjadi sasaran pemukulan. Setelah itu para pelaku melarikan diri dari lokasi. Korban baru diketahui terkena tikaman dan mengeluarkan banyak darah. Ia sempat mendapat pertolongan medis di rumah sakit, tetapi tidak tertolong.

Dari pemeriksaan awal, Ikbal (21) mengaku menikam korban tiga kali memakai badik miliknya sendiri: satu tusukan ke paha atas, satu ke paha bawah, dan satu ke betis. Rekannya, Arfah (23), mengaku turut menganiaya dengan mendorong korban hingga jatuh. Keduanya ditangkap tim gabungan di Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Rabu (28/10/2026).

“Motif terjadinya penganiayaan ini akibat ketersinggungan,” ujar Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar. Ia belum merinci perkara yang membuat pelaku tersinggung.

Bacaan Lainnya

Selain sebilah badik, penyidik menyita pakaian dan celana yang dikenakan korban, pakaian yang dipakai pelaku saat menganiaya, serta satu helm. Identitas empat orang yang menyusul diamankan belum dirinci, dan polisi masih mendalami peran masing-masing. Korban sendiri tercatat sebagai pelajar atau mahasiswa pelayaran di Barombong.

Sumber: detikSulsel

Pos terkait