RadarLuwu.com, Barito Kuala – Helikopter water bombing yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jatuh ke Sungai Barito di Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 12.15 Wita saat pesawat terbang rendah untuk menyedot air sungai. Tiga orang kru berada di dalam kabin. Hingga Minggu siang, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi ketiganya.
Rekaman amatir warga yang beredar memperlihatkan detik-detik helikopter berregistrasi VH-HGM kehilangan kendali. Usai mengambil air, pesawat disebut sulit menanjak sehingga menghunjam permukaan sungai. Badan helikopter tampak miring dan separuh terendam, sementara bagian ekor serta baling-baling belakang masih mencuat ke udara. Warga di sekitar lokasi bergerak menolong dengan perahu nelayan. Kawasan itu berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah, sehingga sebagian laporan awal sempat menyebut titik kejadian berada di sisi Barito Selatan.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan kecelakaan tersebut. Ia memastikan helikopter itu merupakan armada sewaan BNPB dan mengangkut tiga kru. “Telah terjadi kecelakaan heli WB super puma VH-HGM jatuh ke Sungai Barito,” ujarnya saat dikonfirmasi. Menurut Berton, BNPB masih mendalami aktivitas pesawat sebelum kecelakaan dan baru akan menyampaikan keterangan utuh setelah semua informasi terkumpul.
Kasi Operasi dan Siaga pada Kantor SAR Banjarmasin, Bram Madya Temara, menyatakan tim penyelamat langsung diminta merapat ke lokasi. Saat itu jumlah korban belum dapat dipastikan. Rekaman warga memperlihatkan dua orang dievakuasi ke perahu, dan detikKalimantan menyebut keduanya diduga warga negara asing. Laporan lain menyebut satu orang masih terjebak di dalam bangkai, sedangkan informasi dari grup relawan justru menyebut seluruh kru selamat. Sampai berita ini disusun, tidak satu pun keterangan resmi menegaskan nasib ketiga kru.
Tim SAR gabungan masih bekerja di lokasi, termasuk menangani bangkai pesawat yang separuh tenggelam. Penarikan badan helikopter dari sungai dilaporkan berlangsung dengan bantuan warga dan perahu. Penyebab pasti kecelakaan belum diumumkan.
Peristiwa ini menjadi kecelakaan helikopter kedua di operasi pemadaman karhutla Kalimantan dalam sepekan. Rabu (4/11), helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat dengan registrasi HA-5235 jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tak lama setelah lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB. Pesawat itu diterbangkan untuk memadamkan api di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Delapan personel berada di dalamnya; lima selamat dan tiga gugur, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, serta Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Kotak hitam atau Flight Data Recorder helikopter itu ditemukan penyelam Satkoppeba Koarmada I TNI AL pada Sabtu (7/11), lalu diserahkan kepada tim investigasi Pusat Penerbang Angkatan Darat.
Hingga berita ini disusun, tim gabungan masih menyisir lokasi dan mengevakuasi badan pesawat. Belum ada kepastian soal jumlah korban maupun penyebab jatuhnya helikopter sewaan BNPB tersebut.
Sumber: detikKalimantan, iNews.id, ANTARA News







